Sabtu, 06 Maret 2010

Bangsa Pengemis

Mengapa bangsa Indonesia menjadi bangsa pengemis??? Bangsa Indonesia akan bersedia ngantri mempertaruhkan nyawanya untuk mendapatkan be-el-te yang diberikan presiden Sby untuk kemenangan partainya. Bangsa Indonesia ngantri mati-matian untuk mendapatkan sembako. Apakah bangsa Indonesia akan mati-matian berperang apabila musuh datang ?? Bangsa Indonesia ibarat ayam mati dilumbung padi. 

Para pemimpin bangsa Indonesia akan mati-matian berjuang untuk mempertahankan kedudukannya. Semangat pantang mundur, walaupun salah - pantang mundur. Tetapi ketika ditantang angkatan laut Malaysia diperairan Ambalat, pemimpin kita malah berkotbah mencari dalih, ini ciri orang pengecut. Lalu apa yang diperbuat pemuda Indonesia menghadapi tantangan Malaysia, mereka berteriak-teriak berdemo, kalau ketemu orang sipil Malaysia mereka swiping. Tantangan Malaysia ada di laut bung. Bangsa Indonesia berani kalau lawannya kecil dan diperkirakan pasti kalah.  APAKAH KITA JANTAN???????? ATAU PENGECUTT ??????

Kita lihat para bonek dengan bangganya merusak dan melawan saudara-saudaranya, kita lihat mahasiswa di Makasar merusak milik bangsanya, kita lihat polisi di Makasar dengan beringas dan gagah berani melawan mahasiswa di Makasar, mudah-mudahan mereka juga berani apabila tiba saatnya berperang dengan bangsa lain. Saya pernah bertanya dengan pejuang kemerdekaan yang dijamannya terkenal gagah berani, berapa orang tentara Belanda yang dia bunuh? Dia jawab lebih dari 20 orang semuanya Nica, apakah Nica yang dia bunuh orang Belanda tulen, dia menggeleng, kebanyakan Ambon, Madura dan Jawa. Dijaman Jepang dia pernah membunuh hanya 1 orang Jepang.

Sekarang musuh utama Indonesia adalah Penjajah Ekonomi, Orang Gila kedudukan, Kemunafikan, Kemalasan dan Kemiskinan.

Apakah bangsa Indonesia berani berperang melawan kemiskinan?
Apakah bangsa Indonesia berani berperang melawan penjajah ekonomi?

Wilayah Indonesia 2/3 nya lautan. Apakah bangsa kita tidak mampu membuat pelabuhan-pelabuhan seperti pelabuhan di Singapore?? Lautan kita dijajah oleh Singapore diantaranya beranikah kita melawannya?? 

Para ulama kita gagal mendidik umatnya untuk tidak berjudi, berjinah, korupsi, minum-minuman, mereka maunya yang instans dengan membuat undang-uandang.

Jalur ekspor maupun impor kita dijajah Singapore, beranikan kita melawannya??? Undang-undang yang dibuat saat ini berdasarkan keinginan negara lain, mengapa?? 

Beranikah bangsa kita berdikari????  

Sebagaimana lambang sila ke lima dalam Panca Sila yang dilambangkan padi dan kapas, bangsa kita cukup dikasi makan dan tidak telanjang, sudah cukup. Sila ini benar-benar dijalankan dan disadari dan dihayati betul oleh Suharto sampai dengan Sby.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngening